Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016

Kotak

Kotak Abu-abu itu
Memiliki ruang didalamnya
Terdiri atas tiang keegoisan
Ditutupi dinding permusuhan

Buka kotak itu, lalu lihat
Hanya terdengar suara ribut
Ditiap sisinya tak terasa lembut
Bagaimana bisa ? Tak ada yang menyambut

Yah kotak itu sudah usang
Pemiliknya tak lagi pulang
Berada di ujung jurang
Ditutupi payung petang

Kotak itu akan terus seperti itu
Biarpun awan dan kabut menjadi satu
Tak akan mengalun melodi merdu
yang terlihat keliru

Bulukumba, 07 Februari 2016

Minggu, 17 Januari 2016

WAKTU

Waktu...
Mampu merubah detik menjadi menit
Berlalu bersama kisah identik
Ada kala teringat di suatu titik

Waktu....
Nampak melingkar pada dinding
Diantara angka yang mengeliling
Ada suara yang bergeming

Waktu....
Tak akan pernah berhenti
Berputar dari pagi hingga nanti
Sampai akhir akan tetap menanti

Jumat, 01 Januari 2016

Inilah Aku dan Sejuta Inginku


Merindumu ditiap waktu
Tanpa tahu mengapa harus merindu ?
Terbayang jelas dalam ingatanku
Bahwa kau Prajurit sejati itu

Kau dimana ?
Hilang tak ada kata
Kau membuatku lara
Menanti tanpa bisa berkata

Kau begitu saja pergi
Tanpa tahu bagaimana lelahnya menanti
Seperti hujan yang berhenti
Namun seketika akan digantikan pelangi

Tahukah aku berdiri dalam bayangmu
Meski hanya berdiam dalam semu
Kau membuatku yakin atas perjuanganmu
Namun membuatku ragu atas hilangmu

Menolak bukanlah caraku
Namun diperjuangkan adalah inginku
Tidak seperti inginmu dulu,
Inilah aku dan sejuta inginku.

By.Anif Laila

Rabu, 23 Desember 2015

Prajurit Petualang


Berjalan menyusuri apa yang dirasakan jiwa
Di atas penuh harapan
Mencoba meraih buah dari tiap ranting
Dan entah kenapa dia harus terjatuh.

Dia bukanlah seorang raja
Namun seorang prajurit petualang
Impiannya meraih mahkota ratu
Lekat dengan kata namun terasa semu

Naluri membawanya yakin pada angin
Dan percaya akan pesan dari alam.
Tersampaikan melalui butir- butir kata
Ucapan  rindu dari dalam doa-Nya

Senin, 23 November 2015

Suka atau Sayang ?

By. Anif  Laila
Semudah  itu kah  untuk yakin
Sekedar suka atau sayang ?
Sebrapa yakin kah untu k itu
Mengakui suka atau sayang ?

                   Terlalu mudah kah untuk itu
                   Meganggapnya suka atau sayang ?
                   Dan terlalu lama kah untuk itu
                   Mengerti tentang arti suka atau sayang ?

Wajarlah, hanya tahu tanpa bisa dipahami
Hanya me -Iya kan tanpa bisa dimengerti
Saling menyalahkan tanpa sadar membenarkan

Dan menyesali tanpa bisa memaafkan. 

Tangis Bulan November

By. Anif Laila
Begitu penat tak tenang
Rintihan itu kembali terdengar
Begitu lama terkubur dalam terang
Kini kembali terdengar

Tangis, Tangis, dan Tangis
Kenapa dengan bulan November ?
Adakah sederet kisah menyedihkan
Atau secerca cerita memilukan

Tangisanmu, tangisan itu
Mengingatkanku pada November
Sesak, sesak, dan sesak

Dalam serpihan karana jiwa. 

Itu Aku


By. Anif Laila

Adakah yang bisa mengerti ?
Saat mampu berdiri kokoh, itu aku
Tersenyum manis di depan kalian
Apakah itu aku ?

Tertawa lepas pun, yakin itu aku ?
Jika aku yang menangis
Apakah kalian masih yakin ?
Aku atau seorang pembohong.

Bersandiwara tidak semudah itu
Menutupi pilu tidak segampang itu
Tersenyum pun tidak sebahagia itu

Dan aku memilih seperti itu. 

Sabtu, 11 Juli 2015

Sunyi Menyapa Dalam Senja

Bila hembusan angin terdengar
Suara lirih penuh bimbang
Menatap langit sore kemerahan
Dalam isak tanpa daya

Lambaian Burung-Burung Mungil
Terhempas di jagat sandiwara
Terbuai dalam denting tak bersuara
Kemanakah semua Orang ?
Begitu sunyi, kosong dan hampa

Matahari mulai meredup
Setitik cahaya pun tak terlihat
Apakah ini kesunyian dalam gelap ?

Entahlah sahutku dalam redup

Ayah

Mengingatmu Ayah…
Adalah mengingat setangkai Bunga
Meski kau telah letih
Tetapi kau selalu memberi warna

Mengingatmu Ayah…
Adalah mengingat Matahari senja
Meski kau telah jauh
Namun kenanganmu akan selalu ada

Teringat Ayah…
Adalah teringat secercah cahaya
Meski kita telah terpisah
Semoga kau selalu tenang disana

 Bagiku kau lebih dari sejuta kunang-kunang
Yang menghiasi gelap dalam doa